Ada seorang murid, membela gurunya yang dicaci maki oleh orang yang tidak suka dengan ajaran sang guru. Pembelaan itu dilakukan oleh murid itu dengan memukul orang yang mencaci itu. Orang yang dipukul jadi pingsan. Sang murid menjadi bingung sendiri.
Akhir cerita, sang murid kemudian sowan kepada guru. Sang guru langsung menebak murid: Anda memukul orang ya! kata sang guru. Guru itu dikenal sebagai orang yang tahu sebelum kejadian akan terjadi (weruh sak duruning winarah). Sang murid tidak bisa mengelak. Ia mengaku.
Sang guru pelan-pelan berbicara. Kamu tidak perlu membela saya. Sebab kamu adalah tanggungan saya. Kalau kamu begitu, berarti kamu tidak percaya saya. Dan kamu masih percaya, kalau nasib saya masih berada di tangan manusia. Kalau kamu memukul orang, sebetulnya muncul dari kekhawatiranmu sendiri.
Sang murid tertegun. Ia ingat cerita pewayangan. Salah satu tokoh dalam pewayangan membela gurunya yang akan dipanah. Ia kemudian memanah duluan orang yang akan memanah sang guru. Tapi Sang guru malah menegor dan menghukum sang murid. Karena sang murid masih percaya kalau nasib sang guru ada di ujung panah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TEXT