Suatu hari penulis naik bis jurusan bangkalan. Di Bis, ada seorang penjual onde-onde. Kebetulan orang di dekat saya ada seseorang yang ingin membeli onde-onde tersebut. Pembeli menyerahkan uangnya 2000 rupiah. Tampa bertanya lebih dahulu kepada pedagang berapa harga satuannya.
Setelah pedagang menyerahkan onde-onde kepada pembeli, sang pembeli marah. "Engkau gimana wong kemaring harga onde-onde ini harganya lima ratus, saya ngasih dua ribu kok hanya dapat dua, semestinya kan dapat empat". Akhirnya sang penjual menambahi satu. Dan pembeli mendapatkan tiga sambil marah-marah.
Saya perhatikan sang penjual onde-onde hingga melewati bangku yang saya duduki menuju bangku depan. Sampai di depan bangku yang saya duduki, onde-ondenya jatuh ke bawah satu biji. Sang penjual onde-onde kebingungan mencari tapi tidak ditemukannya onde-onde tersebut.
Saya berpikir dalam hati "memang tuhan tidak pernah luput memperhatikan ketidakjujuran hambanya, bahkan kepada penjual onde-onde sekalipun".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TEXT